Wednesday, November 27, 2013

Lowongan PT ASKES

Syalom
Berikut akan saya informasikan Lowongan Kerja di PT ASKES dgn mengunjungi Link berikut:
Download: Lowongan PT ASKES

Saturday, October 12, 2013

KBBI dan EYD

Dalam Rangka Menyanbut Bulan Bahasa yang jatuh pada 28 Oktober yang akan datang, kami akan membantu Anda untuk memperoleh KBBI dan EyD secara gratis dgn men-download:
Download: KBBI
Download: Ejaan Yang Disempurnakan 1972

Tuesday, September 24, 2013

CPNS Guru, Kesehatan, SMA/SMK 2013

Salam Sukses buat para CPNS 2013 untuk jajaran GURU, BIDAN, PERAWAT, dan PERKERETAAPIAN INDONESIA. Silahkan download INFO berikut:
Download: CPNS Deli Serdang
Download: CPNS TapUt
Download: CPNS Sibolga
Download: CPNS Bidan-Perawat
Download: CPNS Kereta Api SMA/K & S1

FORMASI CPNS D III & S1 (GURU), DOSEN

Salam SUKSES teman. Buat kamu yang mau jadi GURU, DOSEN, dan AKPAR di lingkungan PNS, jangan ragu untuk men-download:
Download: CPNS DOSEN USU
Download: CPNS GURU KODYA MEDAN
Download: CPNS PARIWISATA SMK-S1
Download: CPNS GURU LABURA
Download: Surat Lamaran LABURA

Sunday, September 22, 2013

FORMASI CPNS 2013 NEW

Informasi CPNS 2013 LENGKAP dari Berbagai Departemen, untuk mengurangi kegalauan sobat semua. Silahkan Download: Formasi CPNS 2013 New

Friday, September 20, 2013

FORMASI CPNS 3

Syalom. Salam sejahtera buat kita semua. Amin. Bingung formasi CPNS 2013? Di sini saya akan mencoba membantu Sdr utk menginformasikan INFO CPNS 2013 RESMI. Langsung saja lihat file di bawah ini:
Download: Dep Sosial http://adf.ly/W72Md
Download: MenKoKesRa http://adf.ly/W72aQ

FORMASI CPNS 2

Syalom. Salam sejahtera buat kita semua. Amin. Bingung formasi CPNS 2013? Di sini saya akan mencoba membantu Sdr utk menginformasikan INFO CPNS 2013 RESMI. Langsung saja lihat file di bawah ini:
Download: Badan Pengawas http://adf.ly/W70aF
Download: Perpustakaan http://adf.ly/W714B
Download: Badan Arsip http://adf.ly/W71Ef
Download: Aparatur Negara http://adf.ly/W71S0
Download: Kemen Agama http://adf.ly/W71eI

FORMASI CPNS

Syalom. Salam sejahtera buat kita semua. Amin. Bingung formasi CPNS 2013? Di sini saya akan mencoba membantu Sdr utk menginformasikan INFO CPNS 2013 RESMI. Langsung saja lihat file di bawah ini:
Download: Departemen Perikanan http://adf.ly/W6wxs
Download: Kemendikbud http://adf.ly/W6xvU
Download: Kemendikbud http://adf.ly/W6y8P
Download: Badan SAR http://adf.ly/W6yZb
Download: Badan SNI http://adf.ly/W6yqU

Judul Penelitian

Salam Pendidikan. Tut Wuri Handayani. Buat kamu semua yang bingung cari judul-judul penelitian (Skripsi, Tesis). Kali ini Saya memberi referensi berupa contoh-contoh Judul Penelitian. Selamat mencoba! Silahkan Download: Judul Penelitianhttp://adf.ly/W4fTl

Judul Penelitian

Salam Pendidikan. Tut Wuri Handayani. Buat kamu semua yang bingung cari judul-judul penelitian (Skripsi, Tesis). Kali ini Saya memberi referensi berupa contoh-contoh Judul Penelitian. Selamat mencoba!
Silahkan Download: http://www.ziddu.com/download/22997398/Kel1.docx.html

Friday, September 6, 2013

kumpulan skl dan silabus sd/mi kurikulum 2013

Selamat bertemu dengan SKL dan Silabus, pada kesempatan yang baik ini SKL dan Siabus, kali ini penulis beri judul "SKL dan Silabus SD Kurikulum 2013" Langsung saja lihat file di bawah ini:
Download: SKL semua MAPEL SD/MI
Download : Silabus semua MAPEL SD/MI

KUMPULAN SKL DAN SILABUS SMA/SMK

Selamat bertemu dengan SKL dan Silabus, pada kesempatan yang baik ini SKL dan Siabus, kali ini penulis beri judul "SKL dan Silabus SMP Kurikulum 2013" Langsung saja lihat file di bawah ini:
Download: SKL semua MAPEL SMA
Download: SKL semua MAPEL SMK
Download : Silabus semua MAPEL SMA/SMK

Kumpulan rpp/silabus smp kurikulum 2013

Selamat bertemu dengan SKL dan Silabus, pada kesempatan yang baik ini SKL dan Siabus, kali ini penulis beri judul "SKL dan Silabus SMP Kurikulum 2013"
Langsung saja lihat file di bawah ini:

Wednesday, September 4, 2013

ANALISIS NOVEL LASKAR PELANGI MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA

A.      PENDAHULUAN
Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Hakikat dalam sebuah pembelajaran sastra adalah apresiasi sastra karena dalam apresiasi sastra siswa dapat bertemu secara langsung dengan karya sastra. Siswa melaksanakan aktivitas membaca, menikmati, menghayati, memahami, serta merespon karya sastra di hadapan khalayak. Di sana diciptakan iklim kondusif agar siswa lebih terobsesi terhadap karya sastra serta dinamika yang ada di dalamnya sehingga siswa menjadi tertarik mengikuti pembelajaran ini. Melalui pembelajaran apresiasi sastra diharapkan siswa mampu mengapresiasi dan memberikan penghargaan dengan tulus terhadap karya sastra yang ada. Hal inilah yang menjadi tujuan akhir dalam pembelajaran bahasa, khususnya sastra di sekolah, yaitu menjadikan siswa paham dan mengerti apa itu sastra serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembelajaran sastra dalam prosesnya membutuhkan sebuah karya sastra yang bermutu dan berkualitas. Menurut Sutarji Calzom Bahri, suatu karangan dikatakan berkualitas manakala karangan itu mengedepankan nilai-nilai kehidupan yang bermakna, mampu memikat, menggugah, mewujudkan sebagai karya kreatif, mewujudkan diri sebagai karangan bersifat imajinatif yang dituang dalam wacana naratif, puitik atau dramatik. Karangan itu disampaikan dengan cara yang apik, indah, dan enak dibaca. Diceritakan secara tidak langsung (implisit), tidak terang-terangan namun jernih, bersifat informatif tanpa ada kesan menggurui, tidak berpretensi ilmiah atau agamis tetapi tetap memberikan masukan-masukan yang berharga.
Dunia sastra berkembang sesuai dengan kehidupan dan perubahan zaman. Dewasa ini novel bertema remaja, cinta, seks banyak bermunculan di peredaran. Tema yang begitu menjual tapi kurang mendidik bagi pembaca pada umumnya. Namun dari sekian banyak itu, masih terdapat beberapa novel yang berusaha untuk tidak tergoda dengan tema itu dan berusaha memberikan tema lain yang dikemas secara apik sehingga menjadikan sebuah bacaan yang bermutu dan berkualitas.
Salah satu dari beberapa novel tersebut, terdapat sebuah novel yang menjadikan pendidikan sebagai temanya. Memiliki gaya penceritaan yang apik dan penggunaan sudut pandang serta setting yang terperinci yang menjadikannya sebuah novel yang enak dan layak dibaca. Diramu menjadi sebuah bacaan yang imajinatif, sugestif, serta mendidik bagi pembaca. Novel ini adalah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Beberapa komentar positif tentang novel ini pun bermunculan. Menurut Asrori. S. Karni, (2008:5) novel ini merupakan potret kualitas pendidikan nyata bangsa Indonesia. Hal ini sejalan dengan pendapat Sapardi Djoko Damono (dalam Laskar Pelangi:2005), seorang sastrawan dan guru besar fakultas Ilmu Budaya UI bahwa Laskar Pelangi merupakan sebuah ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, yang menjawab inti pertanyaan kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana, kendala dan kualitas pendidikan.
Masalah sosial yang terkandung dalam novel Laskar Pelangi merupakan sebuah realita dalam pendidikan di Indonesia. Novel ini menceritakan tentang kemiskinan dan hubungannya dengan pendidikan, betapa sulit pendidikan di salah satu pulau terkaya di Indonesia. Mereka tetap berjuang dan berusaha keras menempuh pendidikan di tengah kemiskinan yang ada dalam masyarakat Belitong. Mereka bertujuan mengentaskan kemiskinan itu dengan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa karya sastra merupakan cermin masyarakat pada saat karya tersebut diciptakan.
Dengan demikian berdasarkan uraian di atas maka kami bermaksud untuk meneliti lebih lanjut struktur pembangun karya sastra (intrinsik dan ekstrinsik) serta persoalan-persoalan sosial yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan download di bawah ini:

Relevansi Linguistik terhadap Seni dan Budaya



1.    Bahasa
Bahasa merupakan anugerah tak terkira pada manusia dari Tuhan sebagai penciptanya. Bahasalah yang membuat manusia berbeda dari hewan. Manusia dapat membangun peradabannya karena dapat menggunakan nalarnya yang menggunakan bahasa sebagai sarananya. Ilmu yang mempelajari bahasa disebut linguistik.
Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif baik bicara ataupun menulis. Anak yang memiliki kecerdasan seperti itu memiliki ciri-ciri dapat berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata, gemar membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas. Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). Pengertian bahasa menurut Kridalaksana (2005:3) adalah sistem bunyi yang disepakati untuk di pergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri.
Dari defenisi tersebut dapat di uraikan bahwa (1) bahasa adalah sebuah sistem. Maksudnya adalah bahasa itu bukanlah sejumlah unsur yang terkumpul secara tidak beraturan. Seperti halnya sistem-sistem lain unsur-unsur bahasa “diatur” seperti pola-pola yang berulang sehingga kalau hanya salah satu bagian saja tidak tampak, dapatlah “diramalkan” atau “dibayangkan” keseluruhannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahasa itu sistematis, dapat diuraikan atas satuan-satuan terbatas yang dapat diramalkan, dan juga sistemis, bukan sistem yang tunggal, tetapi terdiri dari beberapa subsistem, yakni subsistem fonologi, subsistem gramatika dan subsistem leksikon; (2) bahasa adalah sistem tanda. Tanda adalah ‘hal atau benda yang mewakili sesuatu, atau hal yang menimbulkan reaksi yang sama bila orang menanggapi’ (dengan cara mendengar, melihat, dan sebagainya) apa yang diwakilinya itu; (3) bahasa adalah sistem bunyi. Pada dasarnya bahasa itu berupa bunyi. Tulisan merupakan turunan belaka dari bunyi bahasa; (4) bahasa digunakan berdasarkan kesepakatan agar orang dapat berkomunikasi dan bekerja sama; (5) bahasa bersifat produktif. Artinya, sebagai sistem dari unsur-unsur yang jumlahnya terbatas bahasa dapat dipakai secara tidak terbatas oleh pemakainya; (6) bahasa bersifat unik. Maksudnya bahasa memiliki sistem yang khas yang tidak harus ada dalam bahasa lain; (7) sebaliknya ada pula sifat-sifat bahasa yang dipunyai oleh bahasa lain sehingga ada sifat universal, ada pula yang hampir universal; (8) bahasa memiliki variasi-variasi karena bahasa dipakai oleh sekelompok manusia untuk berkomunikasi dan bekerja sama dan pemakai bahasa itu banyak ragamnya; (9) bahasa digunakan manusia yang masing-masing memiliki cirinya sendiri-sendiri untuk pelbagai keperluan (kridalaksana, 2005:3-6).
2.    Seni
Dalam Kamus Praktis Bahasa Indonesia (2007: 311), seni diartikan sebagai kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi (luar biasa). Untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi itu, maka diperlukan bahasa sebagai medianya. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu sehingga tidak heran jika seni sering kita jumpai dalam dunia pendidikan. Seni berfungsi untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin. Sekalipun demikian, banyak seniman mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
Melalui seni, manusia mampu berinteraksi dan berkomunikasi, baik melalui gerakan, suara, maupun alat musik. Untuk mengadakan interaksi dan komunikasi tersebut, seni menggunakan bahasa sebagai medianya. Hal ini merupakan salah satu korelasi antara bahasa dengan seni.
3.    Budaya
Budaya adalah pikiran, akal budi, yang di dalamnya juga termasuk adat istiadat (KBBI: 2005:169). Budaya adalah bagian integral dari interaksi antara bahasa dan pikiran. Faktor sosial dan kultur atau budaya memiliki hubungan yang erat dengan bahasa. Setiap kali kita mengajarkan satu bahasa, kita juga mengajarkan satu sistem yang kompleks tentang kebiasaan budaya, nilai-nilai, cara berpikir, merasa, dan bertindak.

Relevansi Linguistik terhadap Seni dan Budaya
Bahasa, seni dan budaya adalah tiga hal yang tidak terpisahkan. Dalam bahasa ada kesenian dan budaya. Sebaliknya dalam seni dan budaya terdapat bahasa. Ketiganya merupakan unsur yang universal, yang artinya bahwa setiap orang berbahasa pasti harus memerhatikan seni berbahasanya dan budaya (etika). Dalam komunikasi sehari-hari tidak semua hal dapat dibahasakan, maka penyampaiannya mungkin harus melalui gambar atau puisi (mis: Chairil Anwar dalam karyanya) lirik lagu (mis: Ebiet G. Ade/Iwan Fals dalam karyanya) agar lebih efektif dan efisien yang penyampaiannya juga harus mempertimbangkan nilai rasa (budaya) agar terhindar dari sesuatu yang dianggap tabu oleh masyarakat. Sebab dalam alam interaksi sosial, kita tidak jarang menemukan bahwa apa yang kita ucapkan atau kita sampaikan kepada lawan bicara tidak bisa dipahami dengan baik. Kegagalan memahami pesan ini disebabkan beberapa faktor, antara lain: beda usia, beda pendidikan, beda pengetahuan, cara penyampaian dan lain-lain.
Oleh karena itu, linguistik, seni, dan budaya merupakan hal yang saling melengkapi dalam berkomunikasi.

Daftar Bacaan
Kridalaksana, Harimurti. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Rama, Tri. 2007. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung.
Samsuri. (1994). Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.
Soeparno. 2002. Dasar-dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Thursday, April 11, 2013